alt=alt=

Love Reborn: Comics, Music & Stories of the Past (2018) 5.5365

5.5365
Trailer

Nonton Film Indonesia Love Reborn: Comics Music & Stories of the Past (2018)

Sinopsis Indonesia Love Reborn Stories of the Past

Love Reborn Comics Music Ceritanya dimulai dari komik karya Kirei (Nadya Arina) di web Toon, yang inspirasinya datang dari Wijaya (Donny Damara), seorang pria paruh baya dan pelanggan laundry ibunya (Ira Wibowo). Dalam gugatan yang sering dicuci oleh Wijaya terdapat surat-surat yang membingungkan yang hanya dipahami oleh ibu Kirei dan Wijaya. Komik berjudul The Story of the Past ini viral di media online. Keberhasilan komik Kirei menimbulkan masalah. Bagus, vokalis band indie “Hard Head Band” yang beranggotakan Rindu (Rani Ramadhany), Jefry (Indra Jegel), dan Sobirin (Jui Purwanto), kesal karena tokoh utama dalam komik itu adalah ayahnya. Bagus menuding ibu Kirei perempuan murahan sebagai penyebab keretakan keluarganya. Untuk membuktikan hal itu, Kirei dan Bagus sepakat untuk mengungkap kebenaran antara ibu Kireii dan ayah Bagus. Perjalanan mengungkap rahasia tidak mudah karena minimnya informasi.

Download Film Love Reborn : 720p Gdrive

Berawal dari sebuah komik berjudul Kisah Masa Lalu karya Kirei (Nadya Arina) yang terdapat di web Toon. Komik tersebut terinspirasi dari Wijaya (Donny Damara), langganan laundry milik ibu Kirei (Ira Wibowo). Dalam jas milik Wijaya yang di-laundry di sana, selalu terdapat surat-surat membingungkan yang hanya Wijaya dan ibu Kirei yang dapat mengerti. Komik tersebut pun viral di media sosial. Namun, Bagus (Ardit Erwandha) seorang vokalis band bernama Keras Kepala Band yang ternyata anak dari Wijaya, tidak terima ayahnya dijadikan karakter di komik itu. Ia menuduh ibu Kirei sebagai wanita murahan karena menjadi penyebab retaknya rumah tangga keluarga Wijaya. Kirei dan Bagus lantas bersepakat untuk mencari tahu kebenaran antara Wijaya dan ibu Kirei. Dalam perjalanan bersama-sama menemukan kebenaran tersebut, Kirei dan Bagus banyak menemukan hal baru yang mengubah cara berpikir mereka